Berita

Pengusaha Tamin Sukardi Dituntut 10 Tahun Penjara dan Bayar Rp 132,4 Miliar

BeritaMediaIndo.com –  Jaksa Salman dari Kejaksaan Agung menuntut terdakwa Tamin Sukardi dengan hukuman penjara badan selama 10 tahun dengan denda 500 juta subsidair 3 bulan kurungan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (6/8/2018).

Selain itu JPU juga menuntuk Tamin membayar uang pengganti senilai Rp 132,4 miliar.

“Terdakwa terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana sesuai dakwaan primair. Maka dari itu JPU berharap Hakim Menghukum terdakwa Tamin Sukardi dengan pidana penjara selama 10 tahun dipotong masa tahanan terdakwa dan ditahan dalam hukuman negara,” ucap Salman.

Jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan inkrah maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang oleh negara.

Jika terdakwa Tamin Sukardi tidak mampu membayar kerugian negara, maka ia harus menjalani pidana penjara tambahan selama 5 tahun.

Jaksa juga menuntut agar lahan 72 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang dikembalikan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Mendengar tuntutan jaksa, terdakwa Tamin Sukardi yang duduk di kursi roda tampak tenang.

Sesekali kepalanya ditegakkan di hadapan Majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

Kepada Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo, penasihat hukum terdakwa menyatakan akan menyampaikan pledoi pada persidangan pekan depan.

Usai sidang, Tamin yang dibantu anggotanya keluar ruang sidang Cakra Utama dengan kursi roda melempar senyum kepada wartawan.

“No comment ya, tanya penasihat hukum saya saja,” sahut Tamin Sukardi sambil menyilangkan jari telunjuk ke  bibirnya.

Fahruddin menilai jaksa tidak mempertimbangkan rangkaian fakta sidang yang digelar.

“Kita tahu bersama bahwa jaksa mengabaikan fakta dan BAP-BAP dalam persidangan. Sidang itu seperti tidak ada artinya. Saya tidak bisa berkomentar tapi nanti kita susun dalam pleidoi. Tunggu minggu depan ya,” ujarnya kepada awak media

Tamin  diduga berencana menguasai lahan eks HGU PTPN2 yang terletak di Pasar IV Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, kabupaten Deliserdang pada tahun 2002. Dari perkara ini ditaksir negara mengalami kerugian Rp 132 miliar.

Pada sidang sebelumnya terungkap bahwa terdakwa memiliki hubungan dengan Tasman Aminoto dan Misran Sasmita, mantan Karyawan PTPN 2, dan Sudarsono. Diduga hubungan terdakwa untuk mengatur kepemilikan fiktif warga pada tanah yang masih terdaftar dalam aset PTPN2.

Kemudian ditemukan adanya ahli waris fiktif dari 65 masyarakat yang mengaku memiliki tanah. Dari Surat Keterangan Tentang Pembagian dan Penerimaan Tanah Sawah/Ladang (SKTPPSL) nama orang tua masyarakat justru berbeda dengan kenyataannya.

Masyarakat yang sempat dijadikan saksi di persidangan bahkan mengaku diberi uang dan tidak mengetahui dimana letak tanah yang diwariskan orangtuanya.

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Menggugat berunjuk rasa minta keadilan untuk diprosesnya terdakwa penggelapan tanah eks HGU PTPN 2 yakni Tamin Sukardi.

Pantauan BeritaMediaIndo.com, belasan polisi wanita berparas cantik turut mengawal jalannya demo di depan gerbang Pengadilan Negeri Medan, Jalan Pengadilan Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Raut wajah letih terpancar dari wajah polwan-polwan muda asal Polrestabes Medan. Di antaranya yakni Bripda Irma Wahyuni, Bripda Fenny Tobing, Bripda Naila, Bripda Anggun, Bripda Mirna, Bripda Rizka dan personel polwan lainnya yang sesekali terlihat menyempatkan duduk di trotoar halaman Pengadilan Negeri Medan.

Personel Polisi yang turut berjaga menyebutkan bahwa kegiatan unjuk rasa telah berkoordinasi terlebih dahulu antara pendemo dan petugas.

“Iya memang sudah berkoordinasi kita. Disebutkan jumlahnya yang akan berunjuk rasa sekitar 240 orang, mungkin saat ini yang hadir kurang dari itu ya,” ujar AKP Simaremare.

Diketahui Personel yang turut bersiaga di lokasi berjumlah sekitar 80 petugas dimana lima belas diantaranya merupakan personel polwan.

“Adili Tamin, adili Tamin, penjarakan dia. Jangan lama-lama disidangkan. Hakim jangan main-main,” sorak-sorai pendemo yang berkerumunan di halaman.

Sesekali pendemo menghidupkan lagu dangdut dan lagu Batak dengan pengeras suara untuk mengisi waktu berunjuk rasa

Pendemo dari Kelompok Tani Menggugat (KTM) mengultimatum jika sidang kembali molor dan Tamin tidak kunjung diadili, mereka akan bawa massa dengan jumlah lebih besar.

Share:

Leave a reply